Thirty Autumns

I always describe myself as an autumn girl. Because I was born in November and I adore the pretty colors of trees in autumn, I like how we dress up, it is fluffy and not bulky like in the winter, I like its wetness because it rains a lot and the color of the autumn sun. I celebrated my 30th birthday a couple of weeks ago and I really had a blast. I love my new age, I love how it sounds and I am thankful that I am still alive in my 30th year of existence in this world. My heart is filled with joy and overloaded with love from my new family.

bday 30

In the weekend we invited some of closest friends and my husband cooked his signature spicy tuna pie and chicken pie. I made some pecel (Indonesian vegetable salad with tasty peanut sauce) and tumpeng. My best friend D cooked yellow rice for us, then I cooked tempe dishes, tofu, Indonesian chicken dish…a lot of food and condiments 🙂 . There was laughter, love, and warmth in our apartment…balloons, buntings, (hand-made) presents and ice creams. I love them to bits. Thank you dear Lord Almighty for giving me this wonderful life. I cannot describe my gratitude in words.

Thank you.

With love,

Oppie
Advertisements

Sickity Sick

OK the main reason why I write today, is because I am so bored and totally don’t know what to do. I just shopped online for make up with a birthday voucher I got. This really sucks. I just turned 29 on Friday, and the next day I immediately got sick and I spent the whole weekend in bed. We have been sleeping separately because I cough and sneeze like there is no tomorrow.  And J though he is really sweet and takes care of me, I know I would disturb his sleep if we sleep in the same bed so I moved to the guest room and have been sleeping there alone.

Gah. I am so bored… So far I have re-organized my clothes, make up drawers (and experimented a bit with some of old make up I found in that drawer) and my poor cat Tjakra becomes a victim of my boredom…

Wise 29

Wah kayaknya harus dijadiin ritual nih, tahun kemarin aku nulis postingan renungan ultah di tanggal yang sama. Intinya, 2 hari sebelum berulang tahun aku pasti sedikit sensitif. Always, selalu, sebel mengucapkan selamat tinggal ke usia lama dan ogah – ogahan nyambut usia baru. Gila, waktu benar benar berjalan cepat banget seakan – akan rem nya blong! Tahun ini aku menginjak usia yang ke 29 tahun. Untuk pertama kalinya merayakan ulang tahun dengan status baruku 😀 !

Usia 28 membawa banyak berkah. Dilancarkan urusan pernikahan, dikasih jodoh yang supeeeerrrr baek dan pengertian, diberi rejeki dan kepercayaan oleh yang Di Atas untung mengundang orang tua ke Belanda dengan tabungan aku dan J, bisa nyenengin mereka jalan – jalan ke seluruh atraksi perturisan di Holland (OMG..ternyata banyak ya!!), masih punya kerja dikala krisis begini, sungguh Tuhan aku bersyukur banget ! Terima kasih…hiks *sujud syukur*

{ Pelangi cantik, difoto pas masih di apartemen lama }

Usia udah di ambang pentium 3.0 gini, sudah waktu nya untuk mikirin keluarga kecil not for the sake of it, tapi emang ngerasa kayaknya emang punya keluarga tuh “sesuatu” banget (hihihi….ketularan juga nih hawa hawa seleb Indo katrok). Setahun yang lalu kayaknya ngeliat anak kecil lucu cuma pengen gendong – gendong doang tapi abis itu males banget. Sekarang jadi malah pengen nyulik anak temen – temen, trus sok nimang – nimang kayak anak sendiri. Dan bahagia banget ngurusin mereka en ngeliat mereka mainan. Hahaha. Dan sepertinya kita berdua bakal jadi orangtua yang baik nan asik 🙂 Ah ya, kalau emang waktu nya pasti dikasih, toh? Sementara itu, aku mau lebih mengeksplor kualitas yang ada di diri sendiri buat masa depan. Karir, hobby, dan mungkin prospek bisnis sampingan. Dan juga sekarang mulai serius menatap masa depan (cieee..dulu-dulu enggak soalnya). Yang terpenting di usia ku yang ke 29 nanti (iya lah kan masih 2 hari lagi hehe) aku bisa lebih bijaksana mengatur hidupku, lebih smart dalam ngambil keputusan – keputusan penting, stay true to myself dan take things one step at a time. 29, siapa takuuttt?!! 😀 😀

Sassy 28

Hari terakhir sebagai gadis lajang usia 27 tahun! and I am clinging onto it. Usia 27 menurut aku usia yang nyantai, matang dalam berpikir dan dalam mengambil tindakan tapi toh masih dalam hitungan muda. Sebentar lagi aku harus berpisah dengan usia 27. Usia dimana aku 100% mantap dan berani mengambil keputusan untuk mengikuti kata hati aku, untuk mengejar mimpi..walau akhirnya sang mimpi memutuskan untuk bersembunyi sampai aku mungkin aku benar benar siap. Usia dimana aku semakin bersemangat untuk menata karier, sebelumnya aku adalah perempuan idealis yang mengenyampingkan karier dan mengidolakan kebebasan..Well, mungkin kalau orangtua aku konglomerat dan aku diwarisi harta banyak, hidup bebas dan nyeni sih OK banget..gak ada beban toh duit ngalir hehe.. Sayang, orangtua ku bukan konglomerat ataupun keturunannya..hehe. Mulai membuka mata kalau berkarier tuh enggak ada salahnya.

Continue reading