Au Pair Aftermath

Beberapa minggu yang lalu aku sempat menulis tentang pengalaman menjadi Au Pair di Jerman. Ternyata banyak juga animo pembaca (halah!) mengenai topik ini. Intinya sih, selama masih muda pengalaman menjadi Au Pair tuh sangat menyenangkan, dan banyak segi positifnya yang bisa diambil. Seperti lebih mandiri, jadi lebih sosial dan belajar untuk bergaul dan survive di negara orang, plus jadi tau gimana cara nya ngurus rumah dan mengasuh anak karena pas jadi Au Pair mau gak mau harus membantu host mum untuk mengurus keperluan anak dan rumah tangga. Walau tergantung kalau host mum kamu itu males ya kita harus berani bilang kalau kerjaan kita gak cuma ngurusin pekerjaan rumah tangga, dan seharusnya memang tidak. Au Pair itu mempunyai waktu pribadi untuk mengenal kultur dan bahasa negara setempat, memperbanyak teman melalui berbagai klub, atau pun waktu pribadi untuk berlibur (biasanya 2 – 4 minggu) untuk menjelajahi negara-negara tetangga, dan tentunya kita diberi uang saku untuk berlibur.

Setelah selesai Au Pair di Jerman, aku berminat untuk meneruskan sekolah di Eropa. Karena berbagai hal, yang tadinya ingin meneruskan studi di Jerman, terpaksa dibatalkan dan aku memutuskan untuk ke Belanda. Disini, aku merasa lebih diterima dengan tangan terbuka.

{sudut desa di Belanda}

Intinya,kesempatan selalu terbuka.Tergantung apa yang kamu inginkan setelah melakukan program Au Pair. Ada beberapa kenalan yang tujuan menjadi Au Pair karena ingin bersekolah, jadi selama mereka tinggal dengan visa Au Pair mereka melakukan beberapa orientasi sebelum mereka menjadi mahasiswa. Beberapa orang kenalan menjadi Au Pair karena pacar mereka memang tinggal di negara tersebut, sehingga memudahkan mereka bertemu dan berkomunikasi. Biasanya mereka menikah setelah sang wanita nya selesai dengan program Au Pair. Atau, selama menjadi Au Pair kamu bisa meneruskan program tersebut ke negara lain di Eropa. Tips nya, kalau memang mau meneruskan sekolah di negara dimana kamu menjadi Au Pair…menabung dengan giat deh. Memang tidak mudah untuk apply jadi mahasiswa ketika kamu menjadi Au Pair. Karena kamu harus mempunyai dana cukup untuk memenuhi syarat menjadi mahasiswa asing. Tapi, bukannya tidak mungkin.

Untuk bekerja di sektor corporate tidak mudah ketika kamu selesai dengan program Au Pair. Karena terhalang dengan visa kerja dan visa tinggal. Kamu harus mempunyai visa kerja di Eropa kalau tidak, cukup mimpi aja deh. Peraturan sekarang ketat, dan perusahaan sini tidak sembarangan merekrut tenaga kerja asing.

Well, itu deh sekelumit cerita mengenai Au Pair di Eropa yang aku jalani sekitar tahun 2005 sampai awal 2007. Semoga aja bermanfaat 🙂 dan menghibur!

Advertisements

2 thoughts on “Au Pair Aftermath

  1. Wah sangat excited skali membaca blog anda,,yg ingin saya tanyakan bagaimana caranya menjadi mahasiswa di jerman ketika selesai program aupairnya,,(lebih tepatnya mahasiswa yg dapat beasiswa).. Terimakasih mohon di bantu. 🙂

    • hi risa, welcome to bucket of cherries 🙂 . Saya kebetulan gak terima scholarship tp atas biaya sendiri. Kl tertarik ingin apply scholarship setahu saya hrs apply dr indonesia. kl ternyata sudah jadi au pair di jerman sebaiknya konsultasi sm pihak uni untuk enroll studienkolleg, tergantung gimana situasi km. coba aja surfing di daad.de 🙂 Good luck.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s